MITRA BISNIS PASANG IKLAN DAN BERLANGGANAN MAJALAH DAHSYAT PEMERINTAH KOTA PALEMBANG

PASANG IKLAN, SEREMONIAL DAN UCAPAN DI MAJALAH DAHSYAT !!!!, Satu halaman full color = 3juta,- 1/2 Hal full color = 1,5 Juta,- 1/4 HAL full color Rp 750.000,- . HUB: 085273839566.

Jumat, 17 September 2010

Segenap Crew Majalah Dahsyat Turut Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Wartawan Harian Sriwijaya Post Arsep Pajario

Majalah Dahsyat Palembang -Berita PenyebabTewasnya Kematian Wartawan Senior harian Sriwijaya Post Arsep Pajario Masih simpang siur belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab kematiannya, Berbagai media Menyebutkan Kematian Arsep Pajario disebabkan dibunuh dan sebagian lagi meyebutkan akibat bunuh diri Wartawan Sriwijaya Post Arsep Pajario (40) di temukan tewas di rumahnya, Komplek Citra Dago Blok D No 9, Jalan S Suparman, Sukajaya, Sukarami, Palembang, Jumat 17 September 2010. Seperti dilansir Sriwijaya Post, Arsep ditemukan, Jumat pukul 14.00 dengan kondisi membusuk. Kemungkinan dia dibunuh tiga hari lalu.begitu juga dikabarkan detiknews Jenazah Arsep ditemukan pertama kali oleh keponakannya, Mahar Diko SH, pada posisi terlentang, mengenakan baju kaos putih bermotif, dan celana jins biru. Tubuhnya membengkak. Di dekatnya ada racun nyamuk, sementara Tubuhnya membengkak. Di dekatnya ada racun nyamuk semprot. Dugaan awal bunuh diri, tapi setelah diperiksa polisi laptop, ponsel, dan dompetnya ikut raib. Pintu, jendela, dan atap tidak rusak sementara kunci rumah raib. Petugas forensik menyebut korban paling tidak meninggal tiga hari lalu (Rabu, 16/9/2010). "Hasil otopsi yang kami ketahui malam ini, limpahnya pecah akibat cairan. Kemungkinan diracuni," kata Wenny.
Sosok arsep Pajario dikenal dikalangan Pers sebagai sosok yang ramah, supel dan ceria tidak terlihat memiliki masalah yang serius dalam pribadinya, ini menguatkan dugaan penyebab kematian Kak Asep (nama yang biasa dipanggil oleh rekan rekan seprofesinya ) akibat dibunuh dari penuturan teman teman pers bahwa arsep satu hari sebelum ditemukan masih bisa membalas SMS padahal Pihak kepolisian memastikan korban telah tewas lebih dari dua hari ini membuktikan sipembunuh memiliki darah dinggin dengan begitu santainya untuk menjawab SMS dari telpon genggam milik korban
Sementara Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mendesak polisi untuk segera mengungkap kasus tewasnya wartawan Sriwijaya Post Arsep Pajario. AJI meminta agar kasus Arsep diusut secara transparan.

"Kita mengecam aksi apapun yang menyebabkan tewasnya wartawan dengan cara tak wajar. Polisi harus segera menangkap dan mengungkap kasus ini," kata Ketua AJI Nezar Patria kepada detikcom, Jumat (18/9/2010) malam.(Majalah Dahsyat/ Berbagai Sumber)

Tidak ada komentar: