MITRA BISNIS PASANG IKLAN DAN BERLANGGANAN MAJALAH DAHSYAT PEMERINTAH KOTA PALEMBANG

PASANG IKLAN, SEREMONIAL DAN UCAPAN DI MAJALAH DAHSYAT !!!!, Satu halaman full color = 3juta,- 1/2 Hal full color = 1,5 Juta,- 1/4 HAL full color Rp 750.000,- . HUB: 085273839566.

Rabu, 24 November 2010

145 sultan dan raja kumpul di Palembang

Majalah Dahsyat Palembang-

Festival kratonan Nusantara ke VII tahun 2010



· Dari 145 sultan dan raja yang hadir 138 merupakan Kesultanan Nusantara dan 7 merupakan raja Mancanegara.




Cermin Keragaman Budaya dan kejayaan Nusantara dimasa Lampau pada Festival Kesultanan Nusantara ke VII di Palembang terbukti ke 138 kerajaan di nusantara masih tetap Exis dengan kehadiran 138 keturunan sultan dan raja yang merupakan pewaris tahta menghadiri FKN ke VII tahun 2010 di Palembang

Festival Keraton Nusantara VII diikuti 145 utusan kerajaan, kesultanan dan lembaga adat , 26-28 November 2010, 138 Kerajaan atau kesultanan merupakan kerajaan Nusantara sementara ketujuh lainya dari Negara kerajaan Negara tetangga Malaysia, Brunai,Filipinan, Cina, dan Singapura dan dan ditinjau oleh universitas German

Sementara ada 31 keraton mengikuti kirap DI Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Sabtu (27/11)dan menujukan budaya dan kejayaan keraton yang ada di Nusantara kerajaan banten, ternate, sagau Kalbar, TIE NTT, kesultanan Cirebon,bima NTB,keraton Lawu, Palembang Darusalam,Buton Sulawesi, Tunggang Bosar dhasa nawalu, Kutai, kanoman,karang tamian Aceh, Neglonga Suteng, dan lainya.

beberapa adegan pertunjukan dalam mengusir penjajah dibumi nusantara ditampilkan salah satunya yang ditunjukan oleh kerajaan Banten dengan Atraksi debusnya, tidak mau kalah kekeratonan kacirebonan,Kerajaan buton dan lainnya juga menampilkan aksi bela diri drama keperkasaan dimasa penjajahan ini menjadi suguhan tontonan yang apik bagi Warga Palembang sekaligus pembelajaran akan keanekarahaman budaya Nusantara.

Gubernur Sumsel mengatakan dalam pembukaan mengatakan FKN ini merupakan wujud nyata dan pembuktian atas kekayaan budaya bangsa Indonesia.

Simbolis Penyerahan tanah dan air ini merupakan wujud dari janji kerajanan dan Kesultanan di Nusantara untuk bersatu membela tanah dan menjunjung Nusantara agar tetap jaya.

Sultan Palembang Darrusalam Sultan Mahmud Iskandar muda menyampaikan jika kegiatan FKN bertujuan menjalin kebersamaan dan kekeluargaan antar kesultanan di Nusantara dan agenda tahunan memperat silaturahmi bangsa Indonesia yang berasal dari kerajaan, kesultanan dan lembaga adat Nusantara

“Selain itu ini merupakan betuk menjaga existensis kerajaan dan kesultanan yang berjaya pada masa lalu”Katanya.

“Nusantara kaya Akan budaya dan kegiatan ini dapat menunjukan serta melestarikan nilai budaya Nusantara” Ujar Tina Warga 29 Ilir

Selain itu berbagai kegiatan diantaranya Kirap Perajurit Agung, Pameran benda pusaka Badaruddin, Seni Budaya juga ada stan-stan yang menjual hasil pengrajin tradisional nusantara(Yulianto/Dahsyat)

Senin, 15 November 2010

Palembang Wakil Global Entrepreneurship Week

• Serentak 100 Negara
• Puncak 18-24 November 2010 di BKB.

Entrepreniurship Masuk Kurikulum Sekolah dari Perguruan Tinggi di Palembang, SD, SMP, SMA, hingga tingkat TK dan PAUD.
Peringatan GEW Akan dilaksanakan serentak oleh 100 negara didunia pada 18- 24 November 2010, Palembang sendiri dipusatkan di Benten Kuto Besak-BKB Palembang tidak hanya sekedar pendidikan kewirausahaan saja berbagai kegiatanpun diadakan diantaranya Bazar Rakyat, Pameran souvenir Sea Games, Panggung Hiburan, dan dihadiri toko entrepreneur dunia.
Sebelumnya di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang diadakan sosialisasii Entrepreniurship sebagai salah satu Kurikulum disekolah dan dihadiri sebanyak 1.300 peserta dari guru dan kepala sekolah se-Kota Palembang.
sementara di STIE MDP Seminar Global Entrepreneurship Week-GEW dibuka Secara Umun untuk kalangan Mahasiswa Semua Perguruan Tinggi Palembang di aula Kampus STMIK MDP Palembang, Acaranya dilaksanakan pada 8-14 November 2010 dihadiri tokoh entrereneurship dunia nantinya.
Walikota Palembang Ir Eddy Santana Putra MT berkomitment Untuk Merubah mind set Masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Kota Palembang dari Job Seeker menjadi Job Creator dengan menjadikan Entrepreneurship menjadi bagian kurikulum mata pelajaran baik di Perguruan tinggi juga pada sekolah bahkan Walikota Palembang Berniat untuk memasukan modul modul pelajaran kewirausahaan pada Tingkat TK, Bahkan Tingkat Pendidikan anak usia dini 3-5 tahun PAUD
“ Pemikiran pendidikan untuk bekerja sebagai pegawai atau Karyawan selama ini yang ada pada masyarakat perlu dirubah dengan pemikiran pendidikan untuk berwirausaha dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan berpenghasilan lebih besar ketimbang hanya seoranga pegawai, kita mencoba menambahkan pada Kurikulum Sekolah berwirausaha Entrepreniurship.
Coba Kita lihat Negara maju, Lanjut Eddy menambahkan Negara yang maju minimal memiliki 2% Entrepreniur dari jumlah penduduknya, Saat ini kita hanya memiliki 0,18% Entrepreniur, Seperti Amerika mencapai 13% Entrepreniur dan Singapura 5% Entrepreniur, Dengan memberikan pengetahuan kewirausahaan atau Entrepreniurship ini kita yakin akan meningkat dan sudah pasti meningkat pula perekonomian kita” Kata Eddy.
Ditempat yang berbeda Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Palembang Reza Fahlevi mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan silabus atau kisi-kisi untuk materi entrepreneurship tersebut.
“Kemungkinan entrepreneurship tidak menjadi mata pelajaran tersendiri Materi entrepreneur bakal terintegrasi dengan sejumlah mata pelajaran tertentu”Ujarnya.
Sementara Ketua STIE MDP Palembang Ir Rusbandi M Eng Mengatakan STIE MDP berkomitmen tinggi akan pendidikan Kewirausahaan kepada Mahasiswa.
“Perguruan tinggi AMIK dan STMIK MDP telah memberikan Mata Kuliah kewirausahaan kapada para Mahasiwa dengan menggabungkan Ilmu Bisnis dengan Entrepreneurship didukung teknologi informasi-IT yang enstablish, diharapkan akan lahir entrepreneur- entrepreneur muda sehingga dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan 4 Juta Entrepreneur di Indonesia agar setara dengan Negara Maju lainya” Ucap Rusbandi.
Walikota Palembang, Ir Eddy Santana Putra MT menjelaskan jika semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi seorang Entrepreneur jangan perna takut untuk memulai sebuah usaha dari pengusaha toko, Pedagang Kaki lima dan pengerajin kecil merupakan Etrepreneur yang dimaksudkan dan mindset untuk bagaimana cara mengembangkan usaha nya yang perlu ditekuni, jangan perna bingung harus memulai dari mana, namun kemauan yang kuat untuk maju yang perlu ditanamkan sebagai modal awal menjadi Entrepreneur yang sukses. Kata Tony Antony saat mengisi Seminar GEW di STIMK MDP pekan lalu.(Yulianto/Dahsyat)

Rabu, 10 November 2010

Sea Games Tinggal 365 Hari lagi ditandai Launching countdown penghitungan Mundur pelaksanaan SEA Games XXVI


Launching countdown (penghitungan mundur)
pelaksanaan SEA Games XXVI ribuan warga turut melakukan penghitungan detik-detik akhir tanda pelaksanaan Sea Games 2011 yang tinggal satu tahun atau 365 Hari lagi menuju SEA Games 11 November 2011.Benteng Kuto Besak (BKB), Kamis (11/11) dinihari.

Minggu, 17 Oktober 2010

Jumat, 15 Oktober 2010

Halal Bihalal Ala India

Majalah Dahsyat Palembang-

• Wawako Palembang minta IKKII dapat berperan dalam Akselerasi Pembangunan Khususnya Kota Palembang

Dari Hidangan hingga tarian dan lagu India dihadirkan pada Halal BI Halal Ikatan Keluarga Keturunan India Indonesia-IKKII Palembang bertempat di kediaman H Ahmad Rojak di jalan Sudirman No 1068 Kecamatan Ilir Timur I Palembang
Dari 500 Orang Asli India yang datang di Palembang dan menikah dengan masyarakat pribumi kini keturunan India di Palembang telah Lebih Dari 20 ribu, angka ini disampaikan oleh Dewan Pendiri Ikatan Keluarga Keturunan India Indonesia-IKKII H M Yunus pada acara halal bi halal belum lama ini, H M Yunus juga mengatakan terbentuknya IKKII dari keinginan untuk mempererat tali persaudaraan diantara Semua Keturunan India di Indonesia.
“IKKII sendiri terbentuk sudah sejak pertengahan April 2009 silam dan telah lebih dari satu tahun banyak kegiatan sosial yang ingin dilakukan IKKII seperti memberikan bantuan kemanusiaan, dan kegiatan kegiatan sosial lainnya” Katanya.
Senada disampaikan Ketua IKKII Palembang H Syamsudim Murtaza Dengan kegiatan halal bihalal ini dapat mempererat tali silaturahmi dan lebih dekat dengan warga keturunan India yang ada.
Wawako Palembang H Romi Herton SH MH minta keberadaan IKKII dapat memberikan kontribusinya dalam Akselerasi Pembangunan Palembang serta dapat meningkatkan ekonomi warga Keturunan India lainnya yang masih kekurangan mengingat sebagian besar potensi usaha yang dijalankan oleh warga keturunan India di Palembang cukup baik dan terbilang banyak yang maju disamping itu Romi Herton juga berpesan agar keberadaan IKKII dapat berperan aktif dan memberikan dukungan yang positif bagi program program pemerintah.

Acara Halal Bihalal IKKII juga dihadiri oleh kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Hasyim Irianto, Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Agus Gunaedi Pribadi Wakil Walikota Palembang H Romi Herton SH MH Serta Ribuan lebih warga Keturunan India Wawako Palembang H Romi Herton memberikan sumbangan Rp 10 Juta untuk IKKII tidak itu saja Wawako Palembang juga menyumbangkan suara Emasnya dengan tembang yang berjudul Tera Jana acara semakin meria tatkala Wawako dan Istri ikut bergoyang tari India dengan Para penari india dan tamu undangan.(Yulianto/Dahsyat)

Kamis, 23 September 2010

Kakek Safrin dan Nenek Fatimah KERJA KERAS WALAU DIUSIA TUA

Rubrik:Kata Hati


• Tukang “Buruan “


Tubuh rentah kakek Safrin(79) dan nenek Fatimah(65) masih harus jalan hingga berkilo kilo meter menyusuri jalanan di Kota Palembang untuk mencari barang bekas yang dapat mereka jual, Dari satu bak sampah ke bak sampah lainya, Belum lagi mereka harus memikul karung bawaan berisikan barang bekas yang berhasil dikumpulkan seperti Plastik, Besi, Kardus dan lainya.
Demi menyambung Hidup aktivitas ini harus mereka jalani setiap harinya dari pukul 06.00 pagi hingga matahari terik , Dari sini penghasilan Kakek Safri dan Nenek Fatimah hanya mendapatkan penghasilan Rp.5000-Rp1000 perharinya tidak sebanding dengan kebutuhan hidup yang harus mereka keluarkan, Meskipun demikian mereka tetap tabah menjalaninya dan berusaha untuk terus berjalan meskipun sesekali mereka terpaksa menghentikan langkah kakinya untuk beristirahat sejenak melepas lelah dengan duduk dipinggiran jalan kota, mengingat usia mereka yang tidak mudah lagi nafas mereka sesekali terdengar sesak akibat keletihan yang mendera.
Wartawan Majalah Dahsyat Yulianto mencoba untuk mengajak mereka berbincang bincang dan menyempatkan diri berkunjung kegubuk reot yang mereka sebut rumah mereka yang berada di Jalan Let Simanjuntak No 13334 Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang, Digubuk berlantaikan tanah dan hanya diterangi oleh dua buah lampu minyak tanah Pasangan Lansia ini tinggal bersama satu dari ketiga putranya yang bernama Arsan, Arsan sendiri memiliki profesi yang sama seperti yang dijalani kedua orang tuanya.
“Dulu begawe jadi tukan nyadap karet upahan tapi sekarang dak kuat lagi buat begawe mudah mengas, jadi nyari burukan, Kalu dapet banyak dag jauh jalannyo tapi kalu dapet dikit tepakso nyari sampe RS SitiKholijah sano”Kata Safri sedikit terbatuk batuk.
“Dirumah ini tinggal betigo be dengan anak nomor duo, kalu yang laennyo lah kawen galo sudah ado Enam Cucung dari keduonyo, tapi kehidupan mereka jugo susah jadi Cuma pacak bantu bantu sini dikit, yo mainilah nak rumah nenek samo kakek ne, kalu hujan banjir, kalu malem banyak nyamuk tepakso pake kelambu tidoknyo mano katek listrik soalnyo dak katek duet nak bayar listrik”Tambah Nek Fatimah melanjutkan perkataan suaminya.
Dirumah berdindingkan kayu yang hampir roboh, belum lagi jika hujan datang rumah merekapun terendam air hingga setinggi 30 cm bahkan lebih sungguh keadaan yang sangat memprihatinkan, belum lagi soal penerangan dua buah lampu minyak tanah menjadi penerangan rumah mereka dibalik kesusahannya namun kita masih dapat melihat senyum diwajah mereka.
Dari kisah kakek Safri dan Nek Fatimah ada pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kesederhanaannya kakek Safrin dan Nenek Fatimah yang menjalani hidup ini dengan begitu sabar dan tetap berusaha tanpa mengenal kata putus asa (Yulianto/Dahsyat)

Jumat, 17 September 2010

Segenap Crew Majalah Dahsyat Turut Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Wartawan Harian Sriwijaya Post Arsep Pajario

Majalah Dahsyat Palembang -Berita PenyebabTewasnya Kematian Wartawan Senior harian Sriwijaya Post Arsep Pajario Masih simpang siur belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab kematiannya, Berbagai media Menyebutkan Kematian Arsep Pajario disebabkan dibunuh dan sebagian lagi meyebutkan akibat bunuh diri Wartawan Sriwijaya Post Arsep Pajario (40) di temukan tewas di rumahnya, Komplek Citra Dago Blok D No 9, Jalan S Suparman, Sukajaya, Sukarami, Palembang, Jumat 17 September 2010. Seperti dilansir Sriwijaya Post, Arsep ditemukan, Jumat pukul 14.00 dengan kondisi membusuk. Kemungkinan dia dibunuh tiga hari lalu.begitu juga dikabarkan detiknews Jenazah Arsep ditemukan pertama kali oleh keponakannya, Mahar Diko SH, pada posisi terlentang, mengenakan baju kaos putih bermotif, dan celana jins biru. Tubuhnya membengkak. Di dekatnya ada racun nyamuk, sementara Tubuhnya membengkak. Di dekatnya ada racun nyamuk semprot. Dugaan awal bunuh diri, tapi setelah diperiksa polisi laptop, ponsel, dan dompetnya ikut raib. Pintu, jendela, dan atap tidak rusak sementara kunci rumah raib. Petugas forensik menyebut korban paling tidak meninggal tiga hari lalu (Rabu, 16/9/2010). "Hasil otopsi yang kami ketahui malam ini, limpahnya pecah akibat cairan. Kemungkinan diracuni," kata Wenny.
Sosok arsep Pajario dikenal dikalangan Pers sebagai sosok yang ramah, supel dan ceria tidak terlihat memiliki masalah yang serius dalam pribadinya, ini menguatkan dugaan penyebab kematian Kak Asep (nama yang biasa dipanggil oleh rekan rekan seprofesinya ) akibat dibunuh dari penuturan teman teman pers bahwa arsep satu hari sebelum ditemukan masih bisa membalas SMS padahal Pihak kepolisian memastikan korban telah tewas lebih dari dua hari ini membuktikan sipembunuh memiliki darah dinggin dengan begitu santainya untuk menjawab SMS dari telpon genggam milik korban
Sementara Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mendesak polisi untuk segera mengungkap kasus tewasnya wartawan Sriwijaya Post Arsep Pajario. AJI meminta agar kasus Arsep diusut secara transparan.

"Kita mengecam aksi apapun yang menyebabkan tewasnya wartawan dengan cara tak wajar. Polisi harus segera menangkap dan mengungkap kasus ini," kata Ketua AJI Nezar Patria kepada detikcom, Jumat (18/9/2010) malam.(Majalah Dahsyat/ Berbagai Sumber)