MITRA BISNIS PASANG IKLAN DAN BERLANGGANAN MAJALAH DAHSYAT PEMERINTAH KOTA PALEMBANG

PASANG IKLAN, SEREMONIAL DAN UCAPAN DI MAJALAH DAHSYAT !!!!, Satu halaman full color = 3juta,- 1/2 Hal full color = 1,5 Juta,- 1/4 HAL full color Rp 750.000,- . HUB: 085273839566.

Jumat, 15 Oktober 2010

Halal Bihalal Ala India

Majalah Dahsyat Palembang-

• Wawako Palembang minta IKKII dapat berperan dalam Akselerasi Pembangunan Khususnya Kota Palembang

Dari Hidangan hingga tarian dan lagu India dihadirkan pada Halal BI Halal Ikatan Keluarga Keturunan India Indonesia-IKKII Palembang bertempat di kediaman H Ahmad Rojak di jalan Sudirman No 1068 Kecamatan Ilir Timur I Palembang
Dari 500 Orang Asli India yang datang di Palembang dan menikah dengan masyarakat pribumi kini keturunan India di Palembang telah Lebih Dari 20 ribu, angka ini disampaikan oleh Dewan Pendiri Ikatan Keluarga Keturunan India Indonesia-IKKII H M Yunus pada acara halal bi halal belum lama ini, H M Yunus juga mengatakan terbentuknya IKKII dari keinginan untuk mempererat tali persaudaraan diantara Semua Keturunan India di Indonesia.
“IKKII sendiri terbentuk sudah sejak pertengahan April 2009 silam dan telah lebih dari satu tahun banyak kegiatan sosial yang ingin dilakukan IKKII seperti memberikan bantuan kemanusiaan, dan kegiatan kegiatan sosial lainnya” Katanya.
Senada disampaikan Ketua IKKII Palembang H Syamsudim Murtaza Dengan kegiatan halal bihalal ini dapat mempererat tali silaturahmi dan lebih dekat dengan warga keturunan India yang ada.
Wawako Palembang H Romi Herton SH MH minta keberadaan IKKII dapat memberikan kontribusinya dalam Akselerasi Pembangunan Palembang serta dapat meningkatkan ekonomi warga Keturunan India lainnya yang masih kekurangan mengingat sebagian besar potensi usaha yang dijalankan oleh warga keturunan India di Palembang cukup baik dan terbilang banyak yang maju disamping itu Romi Herton juga berpesan agar keberadaan IKKII dapat berperan aktif dan memberikan dukungan yang positif bagi program program pemerintah.

Acara Halal Bihalal IKKII juga dihadiri oleh kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Hasyim Irianto, Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Agus Gunaedi Pribadi Wakil Walikota Palembang H Romi Herton SH MH Serta Ribuan lebih warga Keturunan India Wawako Palembang H Romi Herton memberikan sumbangan Rp 10 Juta untuk IKKII tidak itu saja Wawako Palembang juga menyumbangkan suara Emasnya dengan tembang yang berjudul Tera Jana acara semakin meria tatkala Wawako dan Istri ikut bergoyang tari India dengan Para penari india dan tamu undangan.(Yulianto/Dahsyat)

Kamis, 23 September 2010

Kakek Safrin dan Nenek Fatimah KERJA KERAS WALAU DIUSIA TUA

Rubrik:Kata Hati


• Tukang “Buruan “


Tubuh rentah kakek Safrin(79) dan nenek Fatimah(65) masih harus jalan hingga berkilo kilo meter menyusuri jalanan di Kota Palembang untuk mencari barang bekas yang dapat mereka jual, Dari satu bak sampah ke bak sampah lainya, Belum lagi mereka harus memikul karung bawaan berisikan barang bekas yang berhasil dikumpulkan seperti Plastik, Besi, Kardus dan lainya.
Demi menyambung Hidup aktivitas ini harus mereka jalani setiap harinya dari pukul 06.00 pagi hingga matahari terik , Dari sini penghasilan Kakek Safri dan Nenek Fatimah hanya mendapatkan penghasilan Rp.5000-Rp1000 perharinya tidak sebanding dengan kebutuhan hidup yang harus mereka keluarkan, Meskipun demikian mereka tetap tabah menjalaninya dan berusaha untuk terus berjalan meskipun sesekali mereka terpaksa menghentikan langkah kakinya untuk beristirahat sejenak melepas lelah dengan duduk dipinggiran jalan kota, mengingat usia mereka yang tidak mudah lagi nafas mereka sesekali terdengar sesak akibat keletihan yang mendera.
Wartawan Majalah Dahsyat Yulianto mencoba untuk mengajak mereka berbincang bincang dan menyempatkan diri berkunjung kegubuk reot yang mereka sebut rumah mereka yang berada di Jalan Let Simanjuntak No 13334 Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang, Digubuk berlantaikan tanah dan hanya diterangi oleh dua buah lampu minyak tanah Pasangan Lansia ini tinggal bersama satu dari ketiga putranya yang bernama Arsan, Arsan sendiri memiliki profesi yang sama seperti yang dijalani kedua orang tuanya.
“Dulu begawe jadi tukan nyadap karet upahan tapi sekarang dak kuat lagi buat begawe mudah mengas, jadi nyari burukan, Kalu dapet banyak dag jauh jalannyo tapi kalu dapet dikit tepakso nyari sampe RS SitiKholijah sano”Kata Safri sedikit terbatuk batuk.
“Dirumah ini tinggal betigo be dengan anak nomor duo, kalu yang laennyo lah kawen galo sudah ado Enam Cucung dari keduonyo, tapi kehidupan mereka jugo susah jadi Cuma pacak bantu bantu sini dikit, yo mainilah nak rumah nenek samo kakek ne, kalu hujan banjir, kalu malem banyak nyamuk tepakso pake kelambu tidoknyo mano katek listrik soalnyo dak katek duet nak bayar listrik”Tambah Nek Fatimah melanjutkan perkataan suaminya.
Dirumah berdindingkan kayu yang hampir roboh, belum lagi jika hujan datang rumah merekapun terendam air hingga setinggi 30 cm bahkan lebih sungguh keadaan yang sangat memprihatinkan, belum lagi soal penerangan dua buah lampu minyak tanah menjadi penerangan rumah mereka dibalik kesusahannya namun kita masih dapat melihat senyum diwajah mereka.
Dari kisah kakek Safri dan Nek Fatimah ada pelajaran berharga yang dapat kita petik dari kesederhanaannya kakek Safrin dan Nenek Fatimah yang menjalani hidup ini dengan begitu sabar dan tetap berusaha tanpa mengenal kata putus asa (Yulianto/Dahsyat)

Jumat, 17 September 2010

Segenap Crew Majalah Dahsyat Turut Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Wartawan Harian Sriwijaya Post Arsep Pajario

Majalah Dahsyat Palembang -Berita PenyebabTewasnya Kematian Wartawan Senior harian Sriwijaya Post Arsep Pajario Masih simpang siur belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab kematiannya, Berbagai media Menyebutkan Kematian Arsep Pajario disebabkan dibunuh dan sebagian lagi meyebutkan akibat bunuh diri Wartawan Sriwijaya Post Arsep Pajario (40) di temukan tewas di rumahnya, Komplek Citra Dago Blok D No 9, Jalan S Suparman, Sukajaya, Sukarami, Palembang, Jumat 17 September 2010. Seperti dilansir Sriwijaya Post, Arsep ditemukan, Jumat pukul 14.00 dengan kondisi membusuk. Kemungkinan dia dibunuh tiga hari lalu.begitu juga dikabarkan detiknews Jenazah Arsep ditemukan pertama kali oleh keponakannya, Mahar Diko SH, pada posisi terlentang, mengenakan baju kaos putih bermotif, dan celana jins biru. Tubuhnya membengkak. Di dekatnya ada racun nyamuk, sementara Tubuhnya membengkak. Di dekatnya ada racun nyamuk semprot. Dugaan awal bunuh diri, tapi setelah diperiksa polisi laptop, ponsel, dan dompetnya ikut raib. Pintu, jendela, dan atap tidak rusak sementara kunci rumah raib. Petugas forensik menyebut korban paling tidak meninggal tiga hari lalu (Rabu, 16/9/2010). "Hasil otopsi yang kami ketahui malam ini, limpahnya pecah akibat cairan. Kemungkinan diracuni," kata Wenny.
Sosok arsep Pajario dikenal dikalangan Pers sebagai sosok yang ramah, supel dan ceria tidak terlihat memiliki masalah yang serius dalam pribadinya, ini menguatkan dugaan penyebab kematian Kak Asep (nama yang biasa dipanggil oleh rekan rekan seprofesinya ) akibat dibunuh dari penuturan teman teman pers bahwa arsep satu hari sebelum ditemukan masih bisa membalas SMS padahal Pihak kepolisian memastikan korban telah tewas lebih dari dua hari ini membuktikan sipembunuh memiliki darah dinggin dengan begitu santainya untuk menjawab SMS dari telpon genggam milik korban
Sementara Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mendesak polisi untuk segera mengungkap kasus tewasnya wartawan Sriwijaya Post Arsep Pajario. AJI meminta agar kasus Arsep diusut secara transparan.

"Kita mengecam aksi apapun yang menyebabkan tewasnya wartawan dengan cara tak wajar. Polisi harus segera menangkap dan mengungkap kasus ini," kata Ketua AJI Nezar Patria kepada detikcom, Jumat (18/9/2010) malam.(Majalah Dahsyat/ Berbagai Sumber)

Selasa, 17 Agustus 2010

Pemkot Berencana Tambah 110 Armada Trans Musi Baru



Dalam waktu dekat Pemkot berencana tambah Armada Trans Musi baru seperti yang dituturkan walikota Palembang Ir Eddy Santana Putra MT saat menyambut kedatangan rombongan Direktorat Jendral Perhubungan, Eddy Santana mengatakan dalam memberikan pelayanan publik akan kebutuhan sarana transportasi masal pemerintah Kota palembang bersama PT SP2j berencana membeli 90 unit serta ditambah dengan yang telah diajukan ke Dirjen perhubungan sebanyak 20 unit lagi.
“90 unit (red BusTransmusi) kita beli, serta 20 unit lagi yang diajukan ke Dirjen Perhubungan, pembelian akan dilakukan secara kredit dengan 11 Miliar kita gunakan sebagai DP (red-Deposit Payment), Sementara untuk pengadaanya akan diambil oleh pihak Swasta yang telah kita lihat memiliki kapasitas dan management yang baik, untuk pengelolahan tetap kita dalam hal ini PT SP2J sebagai perusahaan milik daerah.
Sementara dari Dirjen Perhubungan Suroyo Alimoeso belum dapat berkomentar banyak. “Kita akan lihat dan tinjau dulu baru kita putuskan nanti”Kata Ali.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Palembang akan Angkutan Masal yang nyaman Pemerintah Kota Palembang terus berupaya untuk menambah jumlah armada Bus trans Musi lagi dari 25 unit armada yang telah beroprasi sejak 23 Febuari 2010 yang telah berjalan belum genap Enam bulan beroprasinya dengan 56 halte , Dinilai keberadaan Bus Rapit ini memiliki peran penting Pemkot bersama PT SP2J akan menambah jumlah armada juga akan menambah jumlah jalur dan rutenya.untuk dapat melayani masyarakat Palembang lebih luas lagi pada semua jurusan yang dibutuhkan(Yulianto/Dahsyat).

Breakfast Soerabi ENHaii




Selepas lari pagi,atau pun joging paling asik sarapan kue soerabi Tapi biasanya tempat penjual makanan khas kota bandung ini hanya buka pada sore hari saja, nah buat kamu tidak perlu repot repot lagi, Diseputaran kawasan kambang Iwak ada loh tempat yang jual soerabi yang sudah buka dari pukul 07.00 pagi hari hingga pukul 00.00 malam.
Soerabi ENHaii Tempat makan yang berkonsep café en resto ini telah dibuka pada 20 Mei 2010 bulan lalu, disini banyak varian rasa yang ditawarkan dan sudah pasti menggugah selera para pencita kue soerabi bandung, Varian rasa yang ditawarkan Soerabi ENHaii antara lain ada Soerabi Oncom, Soerabi Ayam, Soerabi sosis, Soerabi Jagung bahkan Soerabi ENHaii juga menawarkan varian rasa buah buahan seperti Durian, Nangka, Pisang dan jagung.
Menurut Supervisor Soerabi ENHaii tempat ini dibangun oleh Andre untuk menghadirkan kue soerabi buat masyarakat palembang.
“Nah untuk urusan harga kita disini bervariasi namun relatif murah seperti Soerabi durian dari Rp.12.000 – Rp.16.000, Soerabi Nangka Rp.7.000 – Rp.10.000, Soerabi Oncom Rp.7.000 – Rp.14.000, Soerabi Ayam Rp.9.000 – Rp. 13.000, Sosis Rp.9.000 – Rp.13.000, Soerabi Pisang Rp.7.000 – Rp.11.000 dan Soerabi Jagung Rp.8.000 – Rp.11.000, Selain itu Soerabi ENHaii juga menyediakan masakan lain selain masakan Soerabi seperti Nasi Timbel, Nasi Goren, Nasi Ayam Bakar dan lainnya”Tandas Denis.
Kue Soerabi sendiri berbahan baku dari adonan tepung beras dan tepung terigu dibuat dengan tingkat keeceran yang pas lalu dimasak menggunakan kuali kecil berbahan tanah diatas bara arang. Dahulunya kue soerabi hanya berasa tawar namun saat ini kue soerabi dapat ditambahkan varian rasa yang lezat seperti susu, coklat, keju, bahkan buah buahan.
Akan bertambah nikmat jika sarapan pagi kue Soerabi ini dengan temani secangkir kopi hangat bagaiman tidak ada salahnya anda mencoba kelezatan kue Soerabi di Soerabi ENHaii.(Yulianto/Dahsyat)

Komentar :

Fanti (16)
Pelajar
“Pertama kali saya kesini namun saya sudah lama menyukai kue soerabi dan saya mau cobai makan disini, setelah mencoba Serabi Nangka Spesial, rasanya gurih cocok dengan selera “

Adek (30)
Koki Soerabi ENHaii asal Bandung
“ Di Bandung Sudah tujuh tahun membuat serabi untuk Proses memasak serrabi dibutuhkan waktu sekitar Lima Menit untuk satu Kue Soerabi,”

Minggu, 08 Agustus 2010

Majalah Dahsyat Edisi 17

MAJALAH DAHSYAT EDISI 17 Agustus -September 2010

Senin, 02 Agustus 2010

Kontingen POPDA Palembang Juara Umum Perhelatan POPDA KE XI Sumsel

Majalah Dahsyat Palembang-Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah -POPDA Palembang keluar sebagai juara umum popda ke XI dengan perolehan medali 45 Emas, 38 Perak, dan 39 Perunggu sementara Kontingen MUBA berada diurutan Kedua dengan Perolehan medali 42 Emas, 29 perak dan 22 perunggu sementara kontingen OKU Timur harus puas diurutan ketiga perolehan medali 14Emas, 15 Perak dan 9 Perunggu diikuti kontingen Popda Muaraenim diperingkat keempat dengan 9Emas, 11 Perak dan 17 perunggu diperingkat ke 5 sampai 14 Pagaralam, Lubuklinggau,Musirawas, Banyuasin , Prabumulih, Lahat, OKU, Empatlawang, OKI , dan Ogan Ilir diurutan terakhir dengan hanya memperoleh 2 perak dan 6 Perunggu